Mampukah BPI DANANTARA Menjaga Aset Negara Dari Para Maling Yang Bercokol Di BUMN

Disela-sela hiruk pikuk Peluncuran BPI Danantara oleh Presidential Prabowo, Kejaksaan Agung menahan tujuh tersangka koruptor di tubuh Pertamina dengan modus tersangka Mengimpor Ron-90 Disulap Menjadi Pertamax.
Kerugian negara 193 Triliun dan jutaan masyarakat ditipu mentah-mentah beli Pertamax tapi mendapatkan BBM oplosan yang jauh dibawah standar.
Inilah 7 maling kelas kakap alias Bandit Pertamina yang membodohi dan menipu rakyat Indonesia :
1. Direktur Utama Patra Niaga Riva Siahaan
2. Direktur Optimasi Feedstock dan Produk PT. Kilang Pertamina Internasional (KPI) Sani Dinar Saifuddin
3. Direktur PT Pertamina Internasional Shipping Yoki Firnandi
4. Vice President Feedstock Management PT. KPI Agus Purwono.
5. Komisaris PT. Navigator Khatulistiwa M Kerry Riza
6. PT. Jenggala Maritim Dimas Werhaspati,
7. Direktur Utama PT. Orbit Terminal Merak Gading Ramadan Joede.
DANANTARA bagai angin segar bagi perekonomian Indonesia tetapi ada tantangan yang lebih berat yaitu bagaimana menempatkan The right man on the right job.
Bisa kita lihat orang orang yang ditempatkan masih wajah wajah lama yang tidak jauh dari kaki tangan Jokowi seperti Erick Tohir,Rosan Roeslani, dll… sepertinya Indonesia sudah tidak ada orang pintar dari sisi reputasi dan akuntabilitas.
Sahabat Ida Fillah dan Lillah.
Mari kita perhatikan Struktur BPI Danantara: Badan Pelaksana, Dewan Pengawas, Dewan Penasehat.
Peluncuran BPI Danantara yang dilakukan setelah Prabowo menandatangani Undang-undang No. 1 Tahun 2025 tentang Perubahan ketiga atas UU No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Danantara.
“Selanjutnya, saya juga menandatangani Keputusan Presiden No 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPI Danantara Indonesia,” ujar Prabowo sambil meneken dasar hukum Danantara di Istana Merdeka, Senin (24/2/2025).
BPI Danantara pada hari ini, sosok yang akan menahkodai lembaga super holding BUMN tersebut juga disampaikan ke publik. Menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyampaikan, Danantara akan dipimpin oleh Rosan Roeslani, dibantu oleh Pandu Sjahrir dan Dony Oskaria.
“Bapak Dony Oskaria sebagai holding operasional dan bapak Pandu Sjahrir yang akan memegang holding investasi,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (24/2/2025).
Ia menambahkan, posisi Ketua Dewan Pengawas Danantara yang sudah ditunjuk oleh Presiden Prabowo ialah Erick Thohir dan Wakil Ketua Dewan Pengawas Muliaman Hadad.
Tujuh BUMN Yang Akan Dikelola DANANTARA
BPI Danantara akan mengelola Tujuh BUMN, Diantaranya :
1. PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero),
2. PT. Pertamina (Persero),
3. PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom),
4. PT. Mineral Industri Indonesia (MIND ID),
5. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI),
6. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan.
7. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).
Merujuk data jumlah aset sebelum eliminasi per 2023, total aset tujuh BUMN tersebut mencapai Rp. 9.286,24 triliun. BUMN beraset jumbo itu akan menjadi katalisator utama bagi pengembangan Danantara, yang diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset negara dan meningkatkan akuntabilitas keuangan.
Prabowo menambahkan Danantara akan memiliki dana kelolaan hingga US$. 900 miliar atau setara dengan Rp. 14.715 triliun. Jumlah itu sekaligus menjadikan Danantara sebagai salah satu sovereign wealth fund (SWF) terbesar di dunia.
Inilah Struktur lengkap organisasi BPI Danantara
Badan Pelaksana, Badan Pengawas, Badan Penasehat.
1. Pembina dan Penanggung Jawab:
Presiden Prabowo Subianto.
2. Dewan Penasehat :
Sejumlah mantan presiden antara lain Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
3. Badan Pengawas
1. Ketua Badan Pengawas: Erick Thohir
2. Wakil Ketua Badan Pengawas: Muliaman D. Hadad
4. Badan Pelaksana
Kepala Badan Pelaksana/Chief Executive Officer (CEO): Rosan Roeslani.
5. Holding Operasional/Chief Operating Officer (COO): Dony Oskaria.
6. Holding Investasi/Chief Investment Officer (CIO):
Pandu Patria Sjahrir(market.bisnis.co)
Mudah-mudahan ditengah tengah ketidak pastian hukum dan ekonomi akibat warisan pemerintahan Jokowi selama satu dekade Indonesia masih bisa bangkit, Meskipun banyak orang yang meragukan mengingat posisi posisi strategis masih ditempati para orang orang yang tersandera oleh kasus masing-masing.
Dengan di tetapkannya hal di atas ada PR besar yang harus di kerjakan oleh rakyat, yaitu mengawasi dan mengawal kerja BPI. Jangan sampai boneka Xi Jim Ping semakin membusungkan dada dan bertindak lebih arogan dalam menindas rakyat lewat BPI ini.
Jokowi masih ada di dalam lingkaran Prabowo, dan Prabowo masih ada dalam settingan Jokowi, rakyat harus cerdas bagaimana memisahkan JOKOWI dengan PRABOWO, karena kita semua tahu persis bahwa Jokowi adalah sumber dari segala sumber masalah. Daya rusaknya cukup besar di Republik ini, dan recovery dari kehancuran yang dibuatnya membutuhkan waktu yang cukup lama.

Naskah oleh: Ida N Kusdianti, Sekjend FTA (Forum Tanah Air)
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.