Oktober 9, 2026
Foto teatrikal aksi kamisan di Semarang

Semut Ibrahim | Semarang – Hari ini Kamis (28/11/2024) Massa Kamisan Semarang “#JusticeForGamma” mengelar aksi di depan Polda Jawa Tengah (Jateng), Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan.

Aksi tersebut, massa gabungan dari berbagai elemen tersebut menuntut pengusutan transparan hingga tuntas atas kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang, GRO (17) oleh oknum polisi berinisial RZ yang merupakan anggota satnarkoba, penembakan terjadi pada minggu, 24 November 2024 dini hari di Simongan, Semarang Barat, Kota Semarang.

Massa yang mengenakan pakaian serba hitam membawa berbagai poster bertuliskan diantaranya “Justice for gamma”, “Police Everywhere, Justice Nowhere”, “Senapan Dianggap Mainan”, “End Police Brutal“, dan “Wartawan Bukan Humas Polri”, dll.

Berdasarkan pantauan SEMUT IBRAHIM, aksi tersebut dimulai pada jam 16:30 wib.

Perwakilan massa aksi menyampaikan orasi secara bergantian, menuntut keadilan terkait kasus penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi serta pengusutan kasus pembunuhan ASN Semarang, Iwan Boedi, yang hingga kini belum terpecahkan setelah dua tahun berlalu.

Perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Safili menegaskan bahwa aksi kamisan ini bertujuan untuk mendukung pengusutan kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang.

Harapan kami adalah proses penegakan hukumnya tetap dikawal oleh masyarakat sipil dan proses hukumnya harus mendapat hukuman yang seadil-adilnya bagi pelaku, katanya.

Selain melakukan orasi, dari perwakilan massa, mereka juga melakukan aksi teatrikal, yang dilakukan oleh dua perwakilan massa. Aksi teatrikal tersebut menggambarkan seorang yang berperan sebagai oknum polisi menembak terhadap masyarakat sipil. Dalam aksi tersebut, oknum menembak masyarakat sipil dengan mengunakan pistol mainan, yang mengenai bagian tubuh korban, lalu mengeluarkan cairan berwarna merah.

Tuntutan yang disampaikan Aksi Kamisan Semarang diantaranya:

1. Perubahan secara serius sistem dan aturan Kepolisian (Reformasi Kepolisian) untuk melindungi hak-hak masyarakat;

2. Menuntut pengusutan kasus yang transparan dan berkeadilan bagi korban dengan menghukum pelaku seberat-beratnya;

3. Menuntut agar Kapolrestabes Semarang dicopot dari jabatannya karena menyebarkan berita yang membingungkan masyarakat;

4. Meminta kepada Komnas HAM, LPSK, Ombudsman, Kompolnas untuk terlibat dan melindungi keluarga, teman, pihak sekolah dan saksi-saksi lainnya.

Aksi yang berjalan dengan damai tersebut berakhir pada 18:55 wib.


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca