

PERNYATAAN FORUM TANAH AIR (FTA)
Tentang
MENOLAK PIK-2 Menjadi PSN
Bahwa beberapa warga lokal yang tinggal di sekitar kawasan pengembangan PIK-2 mengklaim bahwa mereka dipaksa menjual tanah mereka dengan harga ganti rugi yang rendah, atau bahwa tanah mereka diambil alih tanpa kompensasi yang memadai.
Bahwa Konflik terkait pembebasan lahan sering menjadi sumber ketegangan antara pengembang dan masyarakat setempat.
Ada laporan bahwa beberapa warga yang tinggal disekitar proyek ini terpaksa pindah karena tanah mereka dibebaskan untuk pembangunan.
Protes dari warga terkait penggusuran paksa ini telah terjadi beberapa kali, terutama terkait ketidakpuasan terhadap proses dan kompensasi.
Bahwa selain masalah lingkungan, beberapa aktivis sosial juga mengkritik PIK-2 dari perspektif keadilan sosial. Mereka menyoroti bagaimana pembangunan kawasan mewah ini memperlebar kesenjangan sosial antara masyarakat kaya dan miskin di Jakarta.
Bahwa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek ini tidak dilakukan dengan transparan atau komprehensif, dibuat dengan tidak memperhitungkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Bahwa proyek sebesar PIK-2 tidak melibatkan masyarakat secara memadai dalam proses perencanaannya.
Keputusan terkait pembangunan proyek ini diambil tanpa mempertimbangkan pendapat atau aspirasi masyarakat sekitar, terutama yang terdampak langsung.
Secara umum, protes ini berpusat pada ketimpangan sosial dan ekonomi yang muncul dari pembangunan PIK-2, dimana keuntungan finansial lebih banyak dinikmati oleh kalangan tertentu, sedangkan masyarakat lokal justru semakin terpinggirkan.
Melalui Kajian tersebut kami Forum Tanah Air (FTA) merupakan komunitas Diaspora dari 22 negara di dunia beserta para aktivis yang tergabung pada FTA menyatakan agar;
1. Menolak PIK-2 proyek swasta yang hanya mengejar keuntungan swasta di jadikan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan mengorbankan kepentingan rakyat.
2. Agar Menko Perekonomian segera mencabut Permenko tentang PSN tersebut.
3. Menyerukan agar masyarakat terdampak PIK-2 tetap bertahan untuk membela hak mereka.
4. Meminta semua perangkat. Baik desa, kecamatan, kabupaten yang terkait dengan proyek PIK-2 serta aparat kepolisian dan TNI tidak berpihak untuk kepentingan konglomerat.
5. Terutama pihak Kepolisian tidak melakukan intimidasi dan kriminalisasi terhadap para aktivis LSM, Nelayan, Masyarakat terdampak termasuk Tokoh Nasional M. Said Didu yang sedang berjuang membela masyarakat terdampak PIK-2.
Pernyataan ini dinyatakan di Jakarta, pada tanggal 16 Nopember 2024.
FORUM TANAH AIR;
● Ketua Umum FTA: Tata Kesantra.
● Ketua Harian FTA: Donny Handricahyono.
● Sekjen FTA: Ida N. Kusdianti.
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
1 thought on “Forum Tanah Air Menolak PSN PIK-2”