Oktober 9, 2026

Kontroversi StarLink terus berlanjut dan seakan tidak ada habis-habisnya, Selasa lalu (11/06/24) dalam Rapat bersama Komisi VI DPR-RI, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia terpaksa mengaku bahwa Investasi Perusahaan milik Milyuner Elon Musk itu di Indonesia tak seindah nama besarnya, karena (cuma) 30 Milyar alias hanya sekitar 0,01 %-nya nilai Korupsi yg diraup dalam kasus Tambang Timah (yang juga penuh kontroversi) itu. Bahlil bahkan menyampaikan dalam sistem OSS (One Single Submission) yg diaksesnya terungkap bahwa jumlah tenaga kerja StarLink di Indonesia yg terdaftar juga hanya sebanyak tiga orang, luar biasa efisien dan sama sekali tidak menyerap jutaan naker disini. Namun memang dia tak merinci soal detil operasional perusahaan, karena “takut nanti akhirnya melahirkan multi interpretasi” kata Bahlil (?) Sebagaimana sudah diketahui, StarLink sendiri memang sudah aktif di Indonesia sejak bulan lalu. Elon Musk bahkan yang juga datang langsung menyerahkan perangkat StarLinknya di sebuah Puskesmas Bali saat event WWF / World Water Forum. Meski sempat tersendat dan tidak lancar koneksinya, Puskesmas telah menjadi pintu masuk Istimewa untuk Layanan Internet menggunakan LEO / Low Earth Orbital Satellite-nya di Indonesia. Jadi meski rencananya juga dihadiri Presiden, namun last-minute batal tanpa keterangan yang jelas, pemberian perangkat StarLink itu dilakukan karena adanya kerja sama antara Kemenkes / Kementerian Kesehatan dengan StarLink. Ini dilakukan untuk memberikan akses internet di seluruh puskesmas Indonesia yg disebut2 sebelumnya mengalami banyak kendala, utamanya di daerah2 3T (Tertinggal, Terdepan & Terluar).


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca