Oktober 10, 2026
Ilustrasi Nabi Muhammad SAW dengan empat sahabat (Khulafaur Rasyidin) oleh Gemini

Kita prihatin karena demokrasi nasional masih dibayangi politik uang. Berkali-kali pemilu digelar secara demokratis, tetapi praktik transaksional masih membuat proses pergantian kepemimpinan tidak selalu melahirkan orang terbaik. Dampaknya pun dapat merembet ke birokrasi yang tidak sepenuhnya berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan the right man on the right place.

Oleh : M. Busyro Muqaddas
(Ketua PP Muhammadiyah)

Kita perlu mengingat kembali bahwa setiap kepemimpinan adalah amanah. Nabi Muhammad saw mengingatkan, kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi setiap kita adalah pemimpin dan setiap kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, memilih pemimpin tidak boleh hanya didasarkan pada kedekatan, popularitas, apalagi transaksi.

Kita juga diingatkan, ketika sebuah amanah diberikan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. Pesan ini sangat relevan dalam proses regenerasi kepemimpinan. Pemimpin harus lahir dari kapasitas, kompetensi, integritas, dan komitmen terhadap amanah Persyarikatan.

Kita prihatin karena demokrasi nasional masih dibayangi politik uang. Berkali-kali pemilu digelar secara demokratis, tetapi praktik transaksional masih membuat proses pergantian kepemimpinan tidak selalu melahirkan orang terbaik. Dampaknya pun dapat merembet ke birokrasi yang tidak sepenuhnya berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan the right man on the right place.

Karena itu, kepemimpinan di Muhammadiyah dan organisasi otonom harus menjadi teladan. Jangan sampai ada kepentingan yang mengintervensi, atau kedekatan yang mengalahkan kapasitas.

Nilai-nilai yang dijunjung dalam kepemimpinan di Muhammadiyah maupun organisasi otonom, dapat menjadi contoh praktik demokrasi yang bermartabat dan bebas dari politik uang. Mari kita jadikan Muktamar yang akan datang sebagai ruang menghadirkan pemimpin yang amanah, profesional, berintegritas, dan benar-benar bekerja untuk kemajuan Persyarikatan serta kemaslahatan bangsa.

Disyiarkan okeh Tim Kajianmuh


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca