
Jakarta, 20 Agustus 2026
Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) menilai kinerja sejumlah kementerian perlu dievaluasi secara serius.
AMI adalah organisasi mahasiswa antar kampus Indonesia.
Mendesaknya perombakan ini sejalan dengan temuan beberapa lembaga Survey baru-baru ini yang menyoroti deretan pejabat dengan rekam jejak kinerja terburuk di kabinet, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ESDM, Menteri Kehutanan, Mentri Pertanian, Mentri PUPR
Bagi AMI, reshuffle bukan sekadar pergantian jabatan atau bagi-bagi kursi politik. Reshuffle harus menjadi momentum menghadirkan menteri yang kompeten, berintegritas, berani, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Oleh karena itu, AMI menuntut :
- Evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap kinerja Menteri Lingkungan Hidup dan seluruh Menteri
- Menteri yang tidak mampu memenuhi target dan menjalankan mandat harus dievaluasi dan diganti.
- Setiap kementerian wajib membuka capaian dan target kinerja secara transparan kepada publik.
- Kebijakan pemerintah harus berpihak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan elite.
- Jabatan menteri bukan hadiah politik. Jabatan menteri adalah amanah rakyat.
Jika tidak mampu bekerja, evaluasi Di ganti…
‘90% menteri gagal?
Buktikan dengan evaluasi terbuka! Reshuffle atau tumbang!”, kata Wawan, mahasiwa Universitas Bung Karno (UBK), Koordinator AMI.
Adapun perwakilan mahasiswa dari tiap kampus dalam ALIANSI MAHASISWA INDONESIA (AMI) yang hadir adalah :
Wawan (Universitas Bung Karno / UBK), Noval (Univ Kosgoro), Okta (Univ Jayabaya), Alwi (UNJ), Kahzim (UBK), Iqbal (UNSIA), Bojes (UNSIA), Wahyu (UNAS), Hadeq (Unindra), Aulia (Unindra), Jojo (Univ Jayabaya), Samil (Univ Satiagama), dan Lutfi (UIN)…
“Kepada Presiden Prabowo, jika tuntutan AMI tidak direspon dalam 7x 24 jam oleh Presiden Prabowo, maka AMI akan turun ke jalan sampai menang”, kata Wawan menegaskan.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.