
Disampaikan Oleh : Suherman
Ingin kukibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna, tegak menjulang di langit kemerdekaan.
Namun ketika kulihat wajah-wajah rakyat yang masih bergulat dengan kesulitan hidup, rasanya aku tak pantas mengibarkannya penuh.
Biarlah setengah tiang saja, sebagai tanda bahwa ada yang belum selesai di negeri ini.
Bendera boleh berkibar gagah, lagu kebangsaan boleh menggema di setiap sudut kota, tetapi di balik itu masih banyak rakyat yang bertanya dalam diam : besok makan apa? Besok mencari uang bagaimana? Mereka tidak sedang memikirkan kemewahan, hanya berusaha bertahan menjalani hari demi hari.
Kebanggaanku kepada Merah Putih tak pernah pudar. Aku mencintai negeri ini, tanah yang diwariskan oleh perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.
Namun cintaku pada Indonesia membuatku marah kepada mereka yang telah diberi amanah tetapi gagal menjaganya. Korupsi masih merajalela dengan angka-angka yang sulit diterima akal sehat.
Uang rakyat dirampas, masa depan bangsa digadaikan, sementara para pelakunya masih mampu tersenyum tanpa rasa bersalah.
Bagi sebagian pejabat, Merah Putih seolah hanya menjadi hiasan kantor, dekorasi perayaan, atau rutinitas tahunan yang kehilangan makna.
Upacara dijalankan dengan khidmat di luar, tetapi nilai-nilai kemerdekaan dikhianati dalam tindakan.
Kata-kata tentang pengabdian terdengar megah, namun sering kali berakhir sebagai panggung kepura-puraan.
Kemerdekaan bukan sekadar mengibarkan bendera atau meneriakkan slogan.
Kemerdekaan adalah ketika rakyat dapat hidup layak, memperoleh keadilan, dan merasakan hasil dari kekayaan negeri yang mereka miliki.
Kemerdekaan adalah ketika amanah dijaga lebih tinggi daripada kepentingan pribadi.
Karena itu, saat aku memandang Merah Putih hari ini, hatiku dipenuhi dua rasa yang bertolak belakang : bangga dan kecewa.
Bangga kepada bangsa ini yang tetap berdiri, tetapi kecewa kepada mereka yang membuat rakyat terus menanggung luka.
Dan di tengah gemuruh perayaan, aku masih ingin bertanya kepada nurani kita semua:
*Masihkah kita berani berteriak “Merdeka!” dengan suara paling lantang, jika masih banyak rakyat yang belum merasakan arti kemerdekaan itu sendiri?*
04.08/16 Agustus 2026
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.