Oktober 10, 2026
Gambar ilustrasi

Disampaikan Oleh : Saiful Huda Ems

Memperhatikan semakin maraknya kritik yang ditujukan pada Presiden Prabowo Subianto, mulai dari kalangan akademisi, aktivis mahasiswa hingga politisi, ada satu kekhawatiran yang sangat serius dari saya, bahwa hal ini akan dimanfaatkan oleh Jokowi untuk mempersiapkan Gibran Rakabuming Raka menjadi pengganti Presiden Prabowo Subianto, apabila Presiden Prabowo Subianto sampai terhenti atau digulingkan sebelum periode kekuasaannya berakhir.

Padahal harus diakui, kegagalan Presiden Prabowo Subianto memimpin pemerintahan RI, tidaklah terlepas dari turut andilnya Jokowi beserta Gibran Rakabuming Raka, yang sebelum menempati singgasana kekuasaannya, sudah banyak melakukan kemaksiatan administrasi, politik, hukum dan demokrasi.

Saya pikir rakyat yang melek hukum dan politik di negeri ini akan selalu mengingat peristiwa munculnya Keputusan Mahkamah Konstitusi No.90/2023, yang menjadi pintu masuk Gibran untuk mencalonkan diri sebagai Cawapres 2024.

Publik tentu juga sangat tahu dan mengerti, bahwa orang yang pertama kalinya menyeret-nyeret institusi POLRI dan TNI ke ranah politik praktis selain Soeharto itu bukan Prabowo, melainkan Jokowi. Bahkan apa yang dilakukan oleh Jokowi ini dulu, jauh lebih parah dari apa yang dilakukan oleh pemimpin Orde Baru Soeharto. Sebab di masa kepemimpinan Soeharto, institusi POLRI nyaris tidak banyak yang dilibatkan dalam urusan politik praktis, kecuali fokus hanya dibidang keamanan dan ketertiban masyarakat saja.

Kegagalan program food estate juga tidak bisa hanya diarahkan pada Presiden Prabowo Subianto, karena program food estate ini dimulai di masa Pemerintahan Jokowi, dimana ketika itu Prabowo Subianto masih menjadi Menhan. Sedangkan Presiden Jokowo saat itu selalu mengatakan, bahwa tidak ada visi menteri yang ada itu visi presiden. Olehnya, ketika banyak hutan yang dihilangkan, area hijau dan sawah-sawah dirusak untuk program food estate yang gagal dan sudah tak pernah terdengar lagi kelanjutannya itu, harusnya orang yang pertama kali ditunjuk hidungnya itu ya Jokowi.

Saya mengatakan hal yang seperti ini bukan bermaksud saya membela Presiden Prabowo Subianto, karena sampai hari inipun saya masih selalu mengkritisi sepak terjang dan berbagai kebijakan Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang saya pikir sudah banyak menyimpang.

Saya hanya mencoba mengingatkan saja, agar publik jangan hanya fokus mengkritisi Prabowo Subianto saja, melainkan pula harus fokus mengkritisi sepak terjang kejahatan politik, hukum dan demokrasi yang dilakukan oleh Jokowi dan Gibran dahulu, sekarang dan di masa yang akan datang.

Jokowi dan Gibran merupakan sampah politik Republik ini yang harus segera dibuang ke tong sampah sejarah, sebab jika kedua orang ini masih terus dibiarkan tanpa dikenai sanksi sosial, keduanya akan berpotensi memperparah lagi kerusakan berbagai tatanan bernegara.

Legacy kepemimpinan Jokowi yang sangat buruk, sudah sangat nyata membuat rakyat trauma. Jika tidak demikian biasanya mereka itu orang-orang yang awam politik, atau mereka yang sudah dan ingin mendapatkan uang dan jabatan atau keuntungan bisnis dengan Jokowi maupun Gibran. Sapere aude !

2 Juni 2026.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca