SIARAN PERS
Ir. HM. Ridwan Hisjam
Tokoh, Negarawan, Politisi Senior Partai Golkar
Jakarta, 26 Mei 2026.
______
Ir. HM. Ridwan Hisjam Ingatkan Bahaya Narkoba Digital: Generasi Muda Jangan Terjebak Overdosis Dopamin

Jakarta – INDONESIA| Tokoh nasional sekaligus politisi senior, Ir. HM. Ridwan Hisjam, memberikan peringatan keras terkait fenomena ketergantungan gadget yang ia istilahkan sebagai “Narkoba Digital”. Menurutnya, ancaman ini jauh lebih berbahaya karena menyerang mentalitas dan produktivitas generasi muda secara senyap di tengah kemajuan teknologi informasi.
Dalam sebuah pernyataan singkat, Ridwan Hisjam menyoroti bagaimana pola hidup masyarakat, khususnya anak muda, telah bergeser. “Narkoba hari ini tidak lagi hanya soal zat kimia yang disuntik atau diminum. Narkoba paling berbahaya ada di genggaman tangan kita sendiri dalam bentuk layar ponsel,” tegasnya.
Ridwan menjelaskan bahwa fenomena doomscrolling atau keasyikan melihat konten video pendek selama berjam-jam merupakan bentuk ‘overdosis dopamin’. Hal ini membuat otak terbiasa mendapatkan kesenangan instan tanpa usaha (instan gratifikasi), yang pada akhirnya membunuh daya juang dan kreativitas. “Ironis sekali, banyak anak muda bermimpi ingin sukses, tapi menghabiskan 5 jam sehari hanya untuk menonton kehidupan orang lain di media sosial. Ini adalah kecanduan untuk diam di tempat, bukan kecanduan untuk berkembang,” lanjut pria yang biasa di sapa Bung RH, Selasa (26/05/2026).
Beliau menyerukan agar orang tua, pendidik, dan pemerintah bekerja sama menciptakan ekosistem digital yang sehat. Ia mengajak generasi muda untuk kembali fokus pada pembangunan masa depan yang nyata, bukan sekadar mengejar validasi dan hiburan semu di dunia maya. “Narkoba digital menghancurkan tanpa terasa. Jangan biarkan potensi emas kalian mati perlahan karena layar kecil itu. Mari kita gunakan teknologi untuk berdaya, bukan untuk diperdaya,” tutup Ridwan Hisjam.
Analisis gagasan, Dampak Narkoba Digital pada Generasi Muda. Berikut pembedahan sisi positif dan negatif dari paparan di atas terhadap keberlangsungan generasi masa depan yakni pertama, Sisi Positif (Peluang Jika Dikelola dengan Baik). Akses Informasi Tak Terbatas, jika digunakan secara bijak, “narkoba digital” (gadget) adalah perpustakaan terbesar di dunia yang memungkinkan pemuda belajar keterampilan baru (coding, bahasa asing, bisnis) secara mandiri. Ekonomi Kreatif, layar ponsel bisa menjadi alat produksi (konten edukatif, pemasaran digital) yang mampu menghasilkan nilai ekonomi tinggi tanpa batasan geografis. Konektivitas Global, memungkinkan kolaborasi lintas negara yang dapat mempercepat inovasi di dalam negeri.
Kedua, Sisi Negatif (Ancaman “Narkoba Digital”) degradasi mental (Overdosis Dopamin). Kesenangan instan merusak sistem reward di otak. Akibatnya, pemuda menjadi mudah bosan, sulit fokus pada tugas jangka panjang (seperti belajar atau riset), dan rentan terhadap depresi karena sering membandingkan diri dengan “kehidupan sempurna” orang lain.
Hilangnya Budaya Literasi, kecanduan video pendek berdurasi 15-30 detik menurunkan kemampuan seseorang untuk membaca buku atau teks panjang yang membutuhkan pemikiran mendalam (deep thinking). Stagnasi Produktivitas, menjadi “penonton” yang pasif daripada “pemain” yang aktif. Waktu produktif habis untuk hal-hal yang tidak menambah nilai kualitas diri.
Kesimpulan dan Gagasan Solusi untuk menjaga keberlangsungan generasi muda, diperlukan Detoks Digital secara berkala dan pengalihan fokus pada Karya Nyata. Teknologi harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan tujuan hidup. Generasi muda harus didorong untuk memiliki target yang jelas di dunia nyata agar tidak terjebak dalam labirin dopamin yang semu.
Dengan pengalaman panjang di dunia politik, organisasi, dan ekonomi, Ridwan Hisjam bukan hanya sekadar politisi senior, tetapi juga seorang negarawan yang memahami betul denyut nadi perjalanan bangsa Indonesia. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia, dengan semangat kerja keras, integritas, dan pengabdian tanpa henti. (Tim/SIM)
Editor: Koningh Anwar
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.