Oktober 9, 2026
Gambar ilustrasi

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 20.04.2026

Anda ada bakat sebagai penghianat karena tidak mampu menjaga kedaulatan negara, sayang tidak bisa bersembunyi ditempat sepi, justru pamer sembunyi di tempat terbuka.

Inilah bedanya isi jiwa pemimpin negara. Jika jiwanya berdaulat maka kinerjanya mewakili keberdaulatan negaranya.

Beda dengan presiden yang bahagia diberikan perintah dengan selembar kertas oleh Trump. Bukannya menolak malah menerima tampil dengan bangga jadi babunya Ttump di depan seluruh publik di dunia.

Pemimpin berdaulat selalu memberi harga bagi negaranya. Pemimpin Inlander, bodoh dan dungu selalu mengobral hingga hilang harga dirinya dan menjnual kedaulatan negaranya.

Tidak  akan ada penghormatan dan penghargaan dan tidak akan ada  bargaing politik tanpa harga diri dan balance kekuatan. Dalam kamus politik merunduk itu tempatnya babu, pesuruh dan budak politik.

Indonesia adalah bangsa yang tidak punya keinginan untuk membebasklan diri dari penindasan ibarat “a sheet of loose sand”. Bagaikan pasir yang meluruk dan rapuh. Tiada keteguhan, sehingga mudah ditiup ke mana-mana.

Presiden Prabowo sebaiknya jangan memperpanjang masalah, makin larut jualan kedaulatan negara. Ini waktunya bersama Wakilnya untuk mundur atau terpaksa akan di paksa mundur, sebelum petaka kehancuran negara benar benar terjadi.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca