Oktober 10, 2026
Gambar Ilustrasi

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi : 06/04/2026

Sejarah panjang Iran telah lama dikenal dengan sikap tegasnya dalam menghadapi berbagai isu internasional.

Banyak yang melihatnya sebagai negara yang berani berdiri tegak untuk apa yang dipercayainya, termasuk perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai dominasi Zionis dan Amerika.

Hal ini membuat Iran menjadi salah satu negara yang mendapatkan perhatian luas di kancah dunia, baik dengan rasa hormat dari sebagian pihak maupun pandangan berbeda dari kelompok lain.

Persepsi terhadap Iran sebagai negara yang disegani dan disukai pun menjadi topik yang kompleks dan banyak diperdebatkan di seluruh dunia.

  • “47 tahun Iran di embargo,  Iran tidak mengeluh, berisik, ber-koar koar minta tolong, tidak mengemis, palagi menyerah”
  • “Selama 47 tahun Iran di embargo, Iran melaju menjadi negara dengan perkembangan sains dan teknologi yang menakjubkan”.
  • “47 tahun Iran di isolasi, Iran jadi tetap eksis, kuat dan mandiri bahkan semskindikagumi”.
  • “47 tahun Iran dilibas, Iran hadir sebagai pembela negara tetangga  (Islam) yang tertindas”.

“47 tahun Iran berjuang sendirian, tidak mengeluh Iran hanya berharap, berlindung dan beranaung pada pertolongan Allah SWT.”

Doktrin kesyahidan Iran berakar ke tradisi “kesendirian” Husain di Karbala.
Spirit ini membuat masyarakat Iran dengan doktrin Syiahnya itu menjadi tidak lagi takut mati.
Ideologi inilah yang membuat mereka terus hidup.

Iran mengajari kita bangsa Indonesia tentang visi, kemandirian, kecerdasan, kreatif dalam diam, daya tahan, kemanusiaan, keberanian, kujujuran, kesabaran, keyakinan, dan kewajiban mati dalam kesyahidan.

Bagaimana  dengan Indonesia, mustahil Indonesia membantu Iran ketika Presidennya jumud  memilih menjadi petugas pemegang BoP rekayasa Donald Trump. Iran di embargo Amerika tetap tegar dan eksis, Indonesia tanpa di embargo justru menjadi budak Amerika.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca