Oktober 10, 2026
Gambar ilustrasi

Disampaikan Oleh Sutoyo Abadi : 29/03/2026

Semakin jarang seseorang menggunakan otaknya, akan semakin kuat menggunakan mulutnya adalah ungkapan  yang sering dinisbatkan dengan Ali bin Abi Thalib  khalifah keempat dalam Islam.

Ungkapan ini sebenarnya merupakan terjemahan atau adaptasi dari kata-kata Ali bin Abi Thalib dalam bahasa Arab : Man ‘ajiza ‘an tahrikil ‘aqli ista’mala lisaanahu – “Barang siapa yang lemah menggerakkan akalnya, maka ia akan banyak menggunakan lidahnya.Menekankan bahwa orang yang  lemah berpikir atau malas menggunakan otak, cenderung banyak bicara sembarangan, bahkan saran atau kritik tanpa pamrih dari temannya bisa dianggap sebagai musuh atau  lawan.

Ali bin Abi Thalib sahabat Nabi paling sabar kuat otaknya dan setiap ucapannya terjaga berdasarkan koleksi hikmah (nahj al-balaghah), apalagi ketika menjabat sebagai kepala negara (Khalifah ke 4).

Seorang kepala negara harus memiliki kesabaran. “Kesabaran itu ada dua macam,“Sabar atas sesuatu yang tidak diinginkan  dan sabar menahan diri dari sesuatu yang diinginkan”.

Seseorang tidak akan memiliki kesabaran kalau otaknya tidak berfungsi normal dengan bersandar pada nilai ilahiah. Kalau tahunya hanya keuntungan dunia karena bawaannya seorang pedagang atau saudagar  jauh dari standar hikmat, ucapannya akan keluar asal – asalan.

Ketahuilah bahwa sabar, jika seseorang yang sedang menjalankan amanah rakyat, adalah ibarat kepala didalam tubuh. Jika kepalanya hilang, maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk.

Kalau isi otak dan badannya membusuk yang yang akan berperan “nafsu balas dendam” sedikit sedikit mengancam, dari atas mimbar menggema, pidatonya  hanya membela diri untuk pembenaran, rakyat akan dijadikan tumbalnya, dipaksa harus mengikuti keinginannya.

“Lidah orang berakal berada di belakang hatinya, dan hati orang otaknya kopong berada di belakang lidahnya”. Ucapan itu seperti obat, dosis kecilnya bisa menyembuhkan tapi jika berlebihan bisa menyakiti rakyat bahkan bisa untuk membunuh”. Maka ada kata hikmah “Jangan pernah mengambil sebuah keputusan dalam keadaan marah, dan jangan buat janji dalam keadaan sombong diri”. Lebih baik kamu bersabar dan mengalah tetapi teguh memegang kendali kebenaran dan keadilan. Akan dikenang sebagai orang yang adil, daripada memilih ingin dikenang sebagai pembohong, penipu dan zalim.

Kalimat di atas menyelinap kata hikmah bercermin dari kedalaman spiritual, kecerdasan emosional, dan keadilan yang menjadi ciri khas kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Kalau seorang kepala negara asal pidato atau asal komentar  mungkin sedang tidak sadar madzhabnya Syetanyahu atau Iblis Donald Trump, pemangsa manusia.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca