Oktober 10, 2026
The Last of the Mohicans: A Narrative of 1757″ by James Fenimore Cooper is a historical romance novel published in 1826.

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 24/03/2026

Genealogi merujuk pada studi atau penelitian tentang garis keturunan , termasuk sejarah dan hubungan antar anggota sedarah dalam suatu bangsa. Semua bisa dilacak dalam bentuk bagan silsilah atau narasi sejarahnya.

Sekian lama kita terkecoh bahwa Amerika adakah kampiun negara demokrasi terkemuka di muka bumi, sebagai polisi dunia berdalih  demokrasi. Akhirnya tetap muncul aslinya sebagai negara elit kapitalis, untuk menguasai minyak dunia
siap memangsa negara lain.

Henry Kissinger mengatakan bahwa : “Mengendalikan minyak sebagai sarana mengendalikan bangsa-bangsa. Eisenhower bilang bahwa perang adalah bisnis besar yang menggiurkan untuk menguasai minyak dunia.

Itu semua terjadi karena Amerika Serikat bukan lahir dari pemberontakan petani, atau kaum buruh, ia lahir dari koloni inggris yg dipimpin oleh elit kulit putih keturunan inggris, kaya, berpendidikan, dan pemilik tanah.

Mayoritas ‘Founding Fathers’ adalah White Anglo – Section Protestance ( WASP) kelas penguasa kolonial yg sudah mapan jauh sebelum Amerika berdiri.

“Sejak hari pertama merdeka, ini bukan revolusi rakyat dan demokrasi , tetapi rotasi kekuasaan elit kapitalis”.

“Demokrasi dirancang  hanya sebagai pengaman kekuasaan elit. Konstitusi Amerika tidak pernah berniat memberi kuasa penuh kepada rakyat.  Itulah sebabnya mengapa ada elektoral college, senat  yang tidak proporsional dan lobi politik yang dilegalkan.”

James Madison secara terbuka menulis: Bahwa demokrasi langsung beresiko mengancam kepemilikan kaum berada (elit)’. Demokrasi Amerika itu saringan (filter), bukan corong suara rakyat.  Washington, Adams, Roosevelt, Bush adalah nama berbeda, tapi kelas sosialnya sama. Latar belakangnya konsisten yaitu dari keluarga elit lama. Ivy League, militer dan korporasi.

Studi akademik bahkan menyebut AS jauh lebih mendekati oligarki elektoral dari pada demokrasi murni. Rakyat memang memilih, tapi kaum elit yg menentukan pilihan mana yg tersedia.

Terkait dengan Israel “This is haw Israel Occupied Palestine Since 1948. Israel lahir dari mandat inggris dan Balfour Declaration 1917, bukan dari referandum rakyat Palestina. Tanah direbut, penduduk dipindahkan, lalu dibungkus narasi moral dan keamanan. 

Pola Israel  mirip Amerika, negara dibangun di atas penggusuran penduduk asli, lalu disebut demokrasi :

Pertanyaannya : Siapa yg diuntungkan Siapa yg benar benar pegang kendali. Bukan satu keluarga, bukan satu negara, tapi jaringan elit Anglo – American -Zionis, politik, keuangan, militer, media dan hukum internasional bergerak seirama dan jalur yang sama.

Demokrasi dan HAM bukan tujuan, tapi alat legitimasi. Negara yang patuh akan dipelihara, negara yang menentang akan ditekan bahkan negara yg melawan akan dihancurkan. Semuanya dilakukan atas nama demokrasi dan HAM.

Masalahnya, terlalu banyak orang masih percaya bahwa sistem ini netral, demokrasi dan HAM versi Amerika bukan soal benar atau dalah, tapi soal siapa yang boleh berkuasa dan siapa yang harus dilemahkan bahkan di aneksasi.

Jika anda masih menganggap demokrasi dan HAM Amerika itu suci, ingat satu hal, demokrasi dan HAM itu lahir dari elit Amerika, jadi bahwa Ameri kampium demokrasi dan Ham itu negara sinting dan gombal.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca