Oktober 9, 2026
Gambar ilustrasi

Disampaikan Oleh Atma

Jumat, 20 Maret 2026, menjadi hari yang penuh makna bagi sebagian umat Islam di Indonesia. Sejumlah warga, khususnya anggota dan simpatisan Muhammadiyah, telah lebih dahulu melaksanakan Shalat Idulfitri di tanah lapang. Sejalan dengan itu, beberapa pondok pesantren seperti Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Ploso Kediri juga menetapkan hari raya pada tanggal yang sama.

Sementara itu, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perbedaan ini bukanlah hal baru dalam kehidupan beragama di Indonesia, melainkan dinamika yang lahir dari beragam metode penentuan awal bulan Hijriah—mulai dari hisab hingga rukyat—dengan standar pengamatan hilal yang berbeda.

Namun demikian, perbedaan tersebut tidak mengurangi kekhidmatan umat dalam merayakan hari kemenangan. Justru, di tengah keragaman itu, masyarakat Indonesia kembali menunjukkan kedewasaan dalam beragama. Sikap saling menghormati dan toleransi menjadi cermin kuatnya persatuan di tengah perbedaan.

Idul Fitri sejatinya bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ruang refleksi untuk kembali kepada fitrah, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan empati antarsesama. Perbedaan penentuan hari raya hendaknya tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan memperkaya khazanah keislaman yang inklusif dan rahmatan lil ‘alamin.

Memandang bahwa keberagaman dalam praktik keagamaan adalah realitas yang harus disikapi dengan bijak. Dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, umat Islam di Indonesia telah memberikan teladan bahwa persatuan tidak harus seragam, dan perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan : “Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 HijriahTaqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin.Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.Semoga semangat Idulfitri membawa kedamaian, kebersamaan, dan keberkahan bagi kita semua.”


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca