
Disampaikan Oleh : Suherman
Ramadhan perlahan berjalan menuju ujungnya.Hari-hari yang dahulu terasa panjang kini seperti berlari meninggalkan kita. Seolah baru kemarin hati ini menyambutnya dengan harapan dan doa, namun kini ia telah berdiri di ambang perpisahan.
Di penghujung bulan yang penuh rahmat ini, manusia sering kembali menatap dirinya sendiri. Ia menghitung langkah yang telah dilalui, menimbang amal yang telah dilakukan, dan dengan jujur bertanya pada hatinya: sudahkah Ramadhan ini dijalani dengan sebaik-baiknya?
Di saat seperti itulah istighfar menjadi begitu dekat dengan jiwa.Bibir mungkin hanya mengucap lirih, Astaghfirullah… astaghfirullah…namun di dalam hati tersimpan penyesalan yang dalam atas waktu yang terlewat tanpa ibadah, atas kata-kata yang mungkin menyakiti, atas dosa-dosa yang pernah dianggap kecil tetapi ternyata berat di hadapan Allah.
Malam-malam terakhir Ramadhan sering terasa lebih sunyi.Masjid-masjid mungkin tidak lagi seramai awal bulan, tetapi bagi mereka yang masih terjaga dalam doa, kesunyian itu justru menghadirkan kedekatan yang berbeda.
Di sepertiga malam yang hening, seseorang duduk menundukkan kepala. Tidak ada yang ia bawa selain harapan dan kerendahan hati. Ia tahu, mungkin Ramadhan kali ini belum dijalani dengan sempurna. Tetapi ia juga percaya bahwa pintu ampunan Allah selalu lebih luas daripada dosa manusia.Istighfar di penghujung Ramadhan bukan sekadar permohonan ampun. Ia adalah pengakuan bahwa manusia penuh kelemahan. Ia adalah pengingat bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam kelalaian.Setiap butir istighfar seperti embun yang jatuh di hati yang kering.Ia membersihkan, menenangkan, dan perlahan menghidupkan kembali harapan.
Barangkali Ramadhan ini akan segera pergi.Namun doa-doa yang dipanjatkan di akhir malam, air mata yang jatuh saat memohon ampun, dan istighfar yang terucap dengan tulus semuanya akan menjadi saksi bahwa manusia pernah berusaha kembali kepada Tuhannya.
Dan ketika Ramadhan benar-benar berlalu, yang tersisa dalam hati hanyalah satu harapan sederhana : Semoga Allah menerima semua amal yang sedikit ini,mengampuni segala kekhilafan yang masih tersisa,dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan di tahun yang akan datang. Karena di penghujung Ramadhan, manusia akhirnya menyadari satu hal yang paling dalam:bahwa istighfar bukan hanya kata,tetapi jalan pulang bagi hati yang ingin kembali kepada Allah.
07.38/13 Maret 2026
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.