Oktober 10, 2026

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 18.01.2026

Pascal berlakunya UUD 2002 atau paska Pancasila dan UUD 45 asli, dilibas oleh kekuatan asing (CIA) guncangan arah negara benar benar oleng berjalan tanpa arah dan kompas.Pancasila dan UUD 45 (asli) bahkan Pembukaan UUD 45 , hanya sebagai pajangan belaka, negara total berubah menjadi negara kapitalis. Diakui atau tidak mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati memiliki andil besar penggantian UUD 45 menjadi UUD 2002.

Ketika negara dikendalikan oleh Presiden Jokowi keadaan lebih parah, negara dibuka lebar-lebar hampir semua kebijakan politik dan ekonomi negara diatur dan dikendalikan oleh oligark. Politik dinasti Jokowi ikut andil memperparah keadaan dengan rekayasa Gibran sebagai Wakil Presiden.

Pergantian kepemimpinan negara kepada Prabowo Subianto, dalam perjalanan waktu mengaku penerus kebijakan Jokowi, nampak pengaruh Xi Jinping makin kuat. Bahkan kekuatan oligarki yang akan membentuk negara dalam negara berjalan tanpa hambatan.

Semua kebijakan Presiden Prabowo Subianto terasa mentok hanya dalam pidatonya. Bahkan rakyat telah memberikan stigma hanya omon – omon. Peringatan dini dari para seniornya negara dalam bahaya terkesan di abaikan.

Presiden Megawati Sukarnoputri pernah memperingatkan, bahwa Indonesia dapat menjadi apa yang disebutnya “Balkan di Hemisfer Timur” (pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 200). Saat ini hanya sibuk dengan internal partai.

Demikian  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya pernah mengungkapkan lebih rinci “lima skenario masa depan Indonesia” (14 Agustus 2009, terekam di halaman 95 buku SBY Superhero karya Garin Nugroho, 14 Agustus 2009) intinya sama dengan ramalan Megawati, keduanya saat ini seperti tenggelam ditelan bumi.

Dalam kondisi kacau rakyat berharap banyak Presiden Prabowo akan bisa mengatasi keadaan dengan cepat, dan rakyat telah menyatakan baiat akan membersamai kebijakan tugasnya menyelamatkan Indonesia.

Kenyataan Presiden Prabowo Subianto belum memberikan respon nyata dengan tindakan riil bahkan seperti presiden dalam bayangan Jokowi tanpa arah yang jelas. Resonansinya dalam setiap pidatonya sebagai Presiden masih masih terperangkap berisi janji seperti Presiden Jokowi.

Keadaan semakin  memburuk, sinyal kekacauan di indonesia terasa sulit dihindari karena kekacauan politik dan ekonomi di indonesia dari pergantian Pax Americana ke Pax China tidak akan terhindarkan.

Kemarahan rakyat akan makin menggumpal segala kemungkinan mudah terjadi, justru ketika negara sedang berjalan tanpa arah dan kompas setelah berlakunya UUD 2002.

Jokowi paska lengser jadi Presiden telah menjelma menjadi oligark bersenyawa dengan kekuatan oligarki, terus memainkan peranannya mempersiapkan anak ingusannya sesuai kesepakatan (Connie Rahakundinie Bakrie pada 2024) akan memaksa Presiden harus turun setelah berkuasa dua atau tiga tahun di gantikan Gibran.

Huru hara tidak bisa di hindari sudah semakin dekat, Gibran dipaksakan sebagai Presiden, dipastikan akan menjadi pemicu Indonesia pecah benar benar akan terjadi. Ramalan Megawati dan SBY Indonesia pecah akan terjadi lebih cepat. Wallahu’lam.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca