
Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 12.02.2026
Ibukota negara sudah tiada, Kau merasa dalam dekapan ibu kandung
Ibukota negara sudah lenyap Kau masih tampak gembira
Ibukota negara sudah musnah, Kau seperti tidak merasa
Ibukota negara sudah dicabut, Kau masih merasa nyaman
Ibukota negara mampus, Kau bilang masih hidup
Ibukota negara menghilang, Kau merasa masih ada
Ibukota sudah moksa, Kau merasa masih hidup
Ibukota negara sudah dikuasai oligarki, Kau bilang itu kan hanya dibeli
Ibukota negara berubah PIK, Kau bilang itu Ibukota baru
Ibukota negara jadi kawasan aglomerasi, Kau bilang itu kemajuan
Ibukota negara jadi kawasan industri, Kau bilang untuk masa depan
Ibukota negara dikelola Aguan, Kau bilang dia dermawan
Ibukota negara berubah jadi hunian imigran Cina, Kau bilang nasib
Ibukota negara akan jadi Singapore, Kau bilang sempurna
Negara dalam negara didepan mata, Kau pura pura buta
Negara dalam negara itu nyata, Kau bilang perubahan
Negara dalam negara mengancam kedaulatan, Kau bilang NKRI harga mati
Negara dalam negara itu musuh negara, Kau bilang persatuan
Negara dalam negara harus diperangi, Kau bilang perdamaian
Negara dalam negara adalah penghinaan, Kau bilang nasionalisme
Negara dalam negara tanda akan bubarnya NKRI, Kau bilang keutuhan negara
Negara dalam negara embrio Singapura ke dua, Kau bilang kemajuan masa depan
Rakyat harus segera bertindak untuk menyelamatkan kedaulatan negara
“Berlaku Hukum Perang, bukan Hukum Pidana Sipil dan yang berlaku situasi darurat militer. Maka undang-undang yang berlaku UU Subersive”
Terlambat bertindak, Indonesia tertawan hanya untuk menunda tangis, kaum pribumi akan musnah, Indonesia akan menjadi Singapura ke dua
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.