Oktober 10, 2026
Seorang anak di antara reruntuhan di Gaza

Amerika adalah IBLIS BERJUBAH MALAIKAT, Amerika bersama dengan Inggris telah menghimpun gelandangan yahudi dalam sebuah bentukan negara zionis di atas tanah Palestina yang mereka rampas.

Amerika Serikat sudah mendukung pembentukan negara Yahudi sejak Perang Dunia II dan menjadi mitra dagang utama Israel. Dilansir dari Vox, para pejabat Amerika telah lama menyatakan bahwa hubungan negaranya dengan Israel memiliki nilai strategis sebagai kekuatan stabilitas di Timur Tengah. Saat ini, Biden pun memberikan dukungan penuh terhadap Israel.

semutibrahim.com | Veto Amerika atas Resolusi Dewan Keamanan PBB tentang seruan jeda kemanusiaan dalam konflik Israel – Hamas seolah menegaskan bahwa Amerika menghendaki pengeboman atas sekolah, rumah sakit, pemukiman warga sipil dan pembunuhan atas bayi-bayi, anak-anak dan kaum perempuan Palestina terus berlanjut. Amerika mendukung penjajahan sebagaimana ia dulu mendukung Inggris menempatkan gelandangan yahudi dan merampas tanah-tanah Palestina.

Perang Dunia I

1915; Perang Dunia 1, Inggris dan Perancis menandatangani perjanjian Sykes-Picot membagi wilayah Muslim setelah Khilafah Utsmani (Ottoman) kalah. Mengetahui perkembangan ini, Lord Lionel Walter Rothcilds segera menyurati pemerintah Inggris, berkonsultasi tentang keinginannya dan gerakan Zionis untuk tinggal di tanah Palestina seperti ajuan Herzl.

2 November 1917, pemerintahan Inggris menyetujui pendirian Negara Yahudi di tanah Palestina lewat Deklarasi Balfour. Deklarasi ini sekaligus mengawali pemerintahan militer di tanah Palestina dengan Jendral Allenby yang ditugaskan Inggris untuk melindungi eksodus penjajah Yahudi ke tanah Palestina. Begini Bunyi Deklarasi Balfour, Departemen Luar Negeri 2 November 1917; “Lord Rothschild yang terhormat, Saya sangat senang dalam menyampaikan kepada Anda, atas nama Pemerintahan Sri Baginda, pernyataan simpati terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan kepada dan disetujui oleh kabinet”.

Desember 1922. Liga Bangsa Bangsa (League of Nations) yaitu cikal bakal PBB (United Nations), memberikan landasan yudisial yang kuat bagi Inggris berupa mandat pengaturan wilayah Palestina (Mandate For Palestine). Setelah itu, eksodus kaum Yahudi pun meningkat pesat, sedikitnya 1,3 juta kaum Yahudi bermigrasi dari seluruh dunia ke tanah Palestina, sejak saat itu, kaum Muslim di Palestina menjadi stateless (tidak memiliki negara dan hak asasi manusia), diusir dan dibunuh tanpa ada pembelaan dari siapapun.

Perang Dunia II

29 November 1947, PBB mengumumkan persetujuan berdirinya negara Israel yang didukung oleh Amerika Serikat, keputusan PBB menyatakan bahwa wilayah Israel yang meliputi 55% tanah Palestina, yang diikuti dengan deklarasi pendirian negara Israel oleh PM pertama David Ben-Gurion dan segera berlanjut dengan melakukan pengusiran dan pembunuhan lebih besar lagi kepada kaum muslim di Palestina.

Setelah Negara Israel berdiri, negara-negara tetangga Palestina yaitu Mesir, Yordan, Libanon dan Siria mengumumkan perang kepada Israel, perang ini terjadi pada tahun 1948, 1956, 1967 dan 1973. Perang Arab-Israel ini banyak sekali tipudaya di dalamnya dan hanya membuat mitos seolah-olah Israel tidak terkalahkan, padahal …

Terlebih setelah perang 6 hari di tahun 1967, wilayah Israel bahkan bertambah menjadi 70%. Dan setelah itu, hingga hari ini, Israel dengan brutal meng-invasi wilayah Palestina hingga menguasai lebih dari 90% wilayah Palestina. Silakan di daftar sendiri kekejaman dan kebiadaban yang ditunjukkan oleh Negara Israel dan sekutunya, maka kita akan mengetahui, beginilah ketika kaum yang dimurkai Allah memiliki kekuasaan.

Badai Al-Aqsa 2023

Badai Al Aqsa, Operasi yang diluncurkan Hamas ke Israel terjadi dekat berbatasan Gaza pada, Sabtu (7/10/23) dini hari. Lebih dari 1.100 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Pejuang Hamas Palestina membuka serangan dari Jalur Gaza ke selatan Israel menggunakan sepeda motor. Mereka juga membawa truk pick-up, glider, dan speed boat untuk melakukan serangan di 22 lokasi Israel.

Selain itu, Hamas melepaskan sebanyak 5.000 roket dalam serangan pembuka. Komandan militer Hamas Mohammed Deif menyebut serangan Hamas ke Israel sebagai Operasi Badai Al-Aqsa.

Melansir Al Jazeera, Selasa (10/10/23) Operasi Badai Al Aqsa yang diluncurkan Hamas ke Israel merupakan upaya pembalasan atas provokasi dan penodaan Israel terhadap Masjidil Al-Aqsa di Yerusalem.

Adapun, Masjidil Al-Aqsa merupakan salah satu situs suci umat Islam. Selama beberapa dekade, warga palestina di Masjidil Al-Aqsa berada dibawah kekerasan dan diskriminasi bangsa Israel.“Kami sudah memperingatkan musuh sebelumnya. Pendudukan melakukan Israel melakukan ratusan pembantaian terhadap warga sipil. Ratusan syuhada dan korban luka meninggal tahun ini akibat kejahatan Israel,” ujar Muhammad Deif.

Veto Amerika

Kondisi Gaza yang di kunci mati oleh Israel mengakibatkan krisis kemanusiaan yang sangat mempritahinkan, hal ini mengundang reaksi dari negara-negara di dunia. Negara-negara yang terhimpun sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, Brazil menyerukan gencatan senjata sebagai jeda kemanusiaan, namun  Amerika Serikat (AS) memveto resolusi usulan Brasil di sidang Dewan Keamanan (DK) PBB pada Rabu (18/10/2023), yang menyerukan jeda kemanusiaan dalam konflik antara Israel dan Hamas, untuk memungkinkan akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Dua hari sebelumnya dalam sidang DK PBB, negara-negara Barat juga menolak resolusi usulan Rusia untuk gencatan senjata Israel-Hamas, agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza. Pihak Barat beralasan, dalam resolusi buatan Rusia tak mengutuk tindakan Hamas yang menyerang Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.

Rusia yang menyerukan gencatan senjata, mengatakan bahwa: veto AS menunjukkan bahwa retorika AS mengenai hukum internasional dan hak asasi manusia hanya mementingkan diri sendiri, “Kami baru saja menjadi saksi sekali lagi kemunafikan dan standar ganda rekan-rekan Amerika kami,” kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia.

“Mayoritas anggota dewan, 12 negara, mendukung resolusi tersebut dan menyatakan kekecewaan mereka setelah berhari-hari melakukan negosiasi dan situasi kemanusiaan yang meningkat dengan cepat, bahwa dewan tidak dapat bersatu dan menawarkan pandangan ini, seruan untuk ketenangan, seruan untuk akses bagi para aktivis kemanusiaan,” koresponden Al Jazirah, Kristen Saloomey, melaporkan dari markas besar PBB di New York.

Iblis Berjubah Malaikat

Amerika Serikat sudah mendukung pembentukan negara Yahudi sejak Perang Dunia II dan menjadi mitra dagang utama Israel. Dilansir dari Vox, para pejabat Amerika telah lama menyatakan bahwa hubungan negaranya dengan Israel memiliki nilai strategis sebagai kekuatan stabilitas di Timur Tengah.

Saat ini, Biden pun memberikan dukungan penuh terhadap Israel setelah kelompok Hamas melakukan penyerangan. Dukungan Amerika Serikat terhadap Israel bisa dilihat melalui banyaknya bantuan militer yang diberikan. Kabarnya, Israel telah menerima bantuan sebanyak 3,8 miliar dolar.

Dari itu semua, maka dapat penulis katakan bahwa Amerika adalah IBLIS BERJUBAH MALAIKAT, selalu tampil sebagai pelindung HAM namun faktanya membiarkan pelanggaran HAM, bahkan mendukungnya. Khususnya kepada Israel, Amerika bersama dengan Inggris telah menghimpun gelandangan yahudi kedalam sebuah bentukan negara zionis Israel di atas tanah Palestina yang mereka rampas.

Andai Bung Karno masih ada, tentu ia akan berteriak lantang sambil membusungkan dada “Inggris kita linggis, amerika kita seterika”, kemudian Indonesia akan keluar dari PBB dan menghimpun negara-negara sahabat untuk bangkit berperang melawan penjajahan Zionis Israel, salah satu dari saudara tua yang pertama mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.

Namun apa hendak di kata, Indonesia sedang sibuk berbenah, mengutip istilah Bung Rocky Gerung “Ing ngarso sung korupsi, Ing madyo mangun dinasti, Tut wuri cawe-cawe”. Alih-alih menyerang penjajah justru sibuk memetik manfaat dari perang ini dengan akan menaikkan harga BBM.

Ditulis oleh : Bams Heri Wibowo untuk Semut Ibrahim


Untuk melengkapi literasi, pemahaman dan akar konflik yang berkepanjangan antara Palestina dengan israel, silahkan baca juga “Sejarah Bait Al-Maqdis 1” dan “Sejarah Bait Al-Maqdis 2: Akar Krisis Palestina”


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

1 thought on “AMERIKA, IBLIS BERJUBAH MALAIKAT”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca