Oktober 9, 2026
Gambar ilustrasi

— Sutoyo Abadi : 25.12.2025

Oligarki di Indonesia sangat kuat dan berperan sentral dalam menentukan arah politik dan ekonomi, mengancam kedaulatan negara, meskipun kekuatan persisnya sulit diukur karena mereka beroperasi di balik layar dalam jaringan kekuasaan yang kompleks. 

Strategi Tiongkok modern, mempengaruhi segala hal mulai dari penipuan hingga spionase mengendalikan dan menguasai sasarannya.

Merusak moral para pejabat negara, dijadikan ternak piaraan, para penguasa hidup seperti dongeng dalam kenyataan hidupnya. Proses strategi ini seperti tidak masuk akal tetapi terjadi di Indonesia.

Semua didasarkan pada tipu daya dan  kunci kemenangannya adalah dengan ternak penguasa.

Ingatklah ancaman Deng Xiaoping “Sembunyikan kemampuan kita dan tunggu saat yang tepat”, lumpuhkan dan kuasai mereka.

Rahasia strategis Mao Zedong : “Ketika musuh maju, kita akan mundur. Ketika musuh bertahan, kita akan mengganggu mereka. Ketika musuh lelah, kita akan menyerang mereka. Ketika musuh mundur, kita akan mengejar dan habisi mereka.

Bahwa strategi dagang Tiongkok juga didasarkan pada seni perang  kontemporer tidak selalu terungkap seperti : Deklarasi bahwa Tiongkok tidak akan pernah mencari hegemoni, strategi Tiongkok ini jelas tipuan. Kita lengah melihat niat dan perilaku mereka yang sebenarnya.

Xi Jinjing telah membentuk team khusus yaitu para agen  Ministry of State Security (MSS) yaitu “agen Intelijen Tiongkok untuk terus bekerja sama dengan birokrat  pemerintah untuk meremote pemerintah dan tindakan preventif dalam rangka memberangus komponen-komponen inti. Ada Dua Komponen Inti Bangsa yaitu : Komponen Umat Islam dan Komponen Kerajaan Nusantara”.

Xi Jinping pasti belajar dan memakai teori para leluhurnya. Semua cara tujuannya adalah akan menguasai sumber sumber ekonomi di Indonesia ini sasaran utama untuk menguasai Indonesia.

Prinsip para taipan oligarki sangat disiplin memegang teguh prinsip : “Menaklukkan musuh tanpa berperang adalah puncak keterampilan dan kemenangannya.

Strateginya tetap di dasarkan pada tipu daya, dan itulah doktrinnya. Pemimpin Tiongkok biasanya menyebutkan ide-ide kerjasama saling menguntungkan bahkan jebakan maut hutang di tawarkan gila gilaan.

Karena kedungguan dan ketololanya Jokowi menangkap perangkap laba laba tersebut sebagai anugerah dan keberuntungan.

“Ide penakluk disintegrasi mencakup politik, ekonomi, budaya, psikologi, ancaman militer, konspirasi, propaganda media, hukum, informasi, dan intelijen. Semua konsep ini jelas dibangun di atas ide-ide Sun Tzu tentang penipuan, gangguan, dan menaklukkan musuh tanpa berperang”.

Tiongkok telah memberikan bantuan hutang yang sangat besar kepada Indonesia. Perang non-senjata  meliputi perang dagang, perang finansial. Ketika tidak mampu mengembalikan hutangnya ini ancaman sangat besar negara bisa di lelang.

Strategi Tiongkok menekankan segala hal mulai dari penipuan. Indonesia sampai masuk jeratan laba laba Tiongkok adalah petaka besar.

“Kesalahan dan dosa tak terampuni bagi Jokowi. Tidak ada gunanya menangis dan meminta maaf setelah berkuasa menyeret negara menjadi porak poranda”.

Rakyat Indonesia sejak Prabowo Subianto naik sebagai Presiden berharap besar negara bisa keluar dari jaring laba-laba Tiongkok. Mulai terasa harapan tinggal harapan sinyalnya Prabowo dengan kabinetnya terjebak strategi licik Oligarki dan Xi Jinping.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca