Semut Ibrahim Mediatama | Metro – Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung digelar di Universitas Muhammadiyah Metro di laksanakan pada tanggal 13 – 14 Desember 2025 di ikuti 96 peserta berasal dari utusan PDM se Lampung, perwakilan dari AUM SLTA dan Perguran Tinggi Muhammadiyah se Lampung. Acara yang diinisiasi oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah serta Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) PP Aisyiyah ini mengumpulkan puluhan jurnalis, pegiat literasi, dan perwakilan media afiliasi Muhammadiyah se PWM Lampung.
Ketua MPI PP Muhammadiyah, Muchlas menekankan bahwa literasi telah menjadi napas Muhammadiyah sejak majalah Suara Muhammadiyah terbit pertama kali pada 13 Agustus 1915 “Tradisi membaca, menulis, dan mendokumentasikan menjadi inti gerakan persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa festival ini bertujuan memperkuat konvergensi media antar‑afiliasi dengan semangat kebersamaan yang tetap berlandaskan nilai‑nilai akhlakul karimah.

Dengan antusiasme tinggi dari peserta, festival ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi gerakan literasi Muhammadiyah untuk terus berkarya, berinovasi, dan menyebarkan nilai‑nilai pencerahan melalui media Muhammadiyah atau AliansiMu.
Dalam sambutannya, ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Lampung, Saad Sobari dalam sambutannya menegaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam berkemajuan memiliki sejarah panjang dan kontribusi signifikan dalam pembangunan bangsa. Di provinsi Lampung, kehadiran Muhammadiyah telah memberikan dampak positif dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat. Jejak perjuangan ini menjadi bagian penting dari sejarah daerah yang patut dihimpun, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai inspirasi perjuangan di masa depan.
Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi informasi, tantangan pengelolaan sejarah dan warisan (heritage) menjadi semakin kompleks. Tanpa upaya yang terencana dan terintegrasi, banyak arsip, dokumen, artefak, maupun bangunan bersejarah Muhammadiyah yang terancam hilang atau terlupakan. Oleh karena itu, kegiatan inventarisasi dan pendokumentasian sejarah Muhammadiyah di Lampung menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan kesinambungan memori kolektif Persyarikatan.
Selain sejarah dan heritage, penguatan literasi dan kapasitas jurnalistik juga menjadi aspek penting dalam menghadapi arus informasi di era digital. Pers dan media Muhammadiyah memegang peranan strategis dalam menyampaikan pesan dakwah pencerahan, membangun opini publik yang positif, serta melawan informasi yang keliru. Untuk itu, kader Muhammadiyah di Lampung perlu dibekali keterampilan jurnalistik dan pengelolaan media yang profesional dan berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
Dalam kesempatan itu Ketua Wilayah Muhammadiyah Lampung, Prof. Dr. Sudarman M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah di Lampung menjadi momentum strategis untuk mengintegrasikan tiga fokus kegiatan utama, yaitu Penulisan Sejarah Muhammadiyah Lampung, Inventarisasi Heritage Muhammadiyah Lampung, dan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah Lampung.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas dan kebanggaan warga Muhammadiyah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dakwah, memperkokoh jaringan komunikasi, dan melestarikan warisan berharga Persyarikatan Muhammadiyah di daerah propinsi Lampung.(Gyo/SIM-Lampung)
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.