
semutibrahim.com | Kabar Jabar – 18 November 2025, Kadang ada orang yang hidupnya cuma berputar di satu hobi yaitu menjilat kekuasaan sambil berharap dirinya terlihat setia.
Dan lucunya, makin keras dia mencoba membungkam kritik, makin kelihatan jelas betapa panik dirinya tanpa puja-puji yang dia ciptakan sendiri.
Dia teriak soal stabilitas, seolah memegang mandat suci, padahal yang dia kejar cuma satu, yaitu “amplop tipis pereda lapar”, yang bisa dibungkus dalam “Pengagungan Berhala”.
Kalau Jilatan dijual per liter, mungkin dia sudah tenggelam di dalam lendir jilatannya sendiri.
Setiap hari sibuk cari muka di lipatan kerutan belang, sensor sana-sini, goreng isu “sakit hati”, lalu berharap dunia memberi kredit poin untuk “Sesajen Berhala”nya.
Padahal yang terjadi cuma satu, Dia membangun istana pasir dari reruntuhan akal sehatnya sendiri, sungguh ironis ya…?
Semakin keras dia mencoba menuduh orang lain mencari noda, semakin jelas noda jilatan liurnya yang menempel itu justru berasal dari mulutnya sendiri.
Yang dia sebut “kritik kebencian” itu sesungguhnya cuma kompilasi fakta yang tak sanggup dibantah oleh seorang manusia yang tak sanggup menerima bahwa hidupnya tidak relevan tanpa menjaga nama baik Jokowi dan keluarganya.
Dia boleh sibuk cari pembelaan, nyusun syair cengeng menjijikan, bikin propaganda murahan. Satu hal yang tidak bisa dia sembunyikan, Semua itu berasal dari lubang kepanikan dalam dirinya, bukan dari kenyataan.
Ketika fakta tak mendukung junjungannya, ia pun memelintir logika menjadi pekerjaan tetap. Cepat sadar lol.., agar “ritual jilatan” mu tidak semakin memalukan.
Literasi Rakyat, Red. Semut Ibrahim News, Kabar Jabar, Konsolidasi Forum.
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.