— Sutoyo Abadi : 06.09.2025

Setinggi apapun citamu, semulia apapun tujuanmu, tempuhlah dengan cara terhormat dan kesatria. Jangan menghalalkan segala cara, munafik, menipu, berbohong dan menjadi pecundang. Ingat, bangsa ini merdeka bukan hasil para pecundang dan penipu.
Saat ini sedang terjadi anomali secara bersamaan muncul “Ternak Mulyono (Termul) dimaknai oleh publik sebagai ternak Jokowi dan Ternak Prabowo (Terpra) tidak jelas identitasnya karena sesungguhnya bukan ternak yang terstruktur dikendalikan Prabowo”.
Masing-masing memiliki sifat, karakteristik dan perilaku berbeda tetapi sama-sama berorientasi kekuasaan.
Sifat adalah bawaan lahir dan cenderung permanen, sedangkan karakter adalah hasil pembentukan dari pengalaman, pendidikan, dan lingkungan yang membentuk nilai-nilai moral seseorang.
Termul, sifat bawaannya gerakan PKI pengikutnya terstruktur diarahkan dan dikendalikan dengan ciri perilakunya kasar, sadis, kejam untuk kembali eksis merebut kekuasaan. Tokohnya jelas Jokowi yang telah membuktikan kesetiaannya sebagai boneka Oligarki, sebagai alat dan sarana mencapai tujuannya tetap mengendalikan kekuasaan karena selama sepuluh tahun berkuasa merasa belum paripurna untuk mengendalikannya kekuatan PKI.
Terpra, tidak memiliki sifat dan karakter yang jelas karena bersifat situasional mengikuti arus dan kesempatan, karakternya munafik, prilakunya menjual harga diri, asal bisa ikut menikmati kakuasaan. Bagi mereka sudah masuk kabinet terus menggenggam kekuasaannya dengan puja puji untuk Presiden Prabowo Subianto, sedangkan yang masih diluar kabinet berperilaku munafik dan lamis, bergerak tanpa arah sesuai arah angin mencari peluang perhatian Presiden dengan harap-harap cemas menanti belas kasihan bisa ikut menikmati kekuasaan.
Keduanya sama sekali tidak memiliki idealis apalagi sifat kemuliaan untuk menyelamatkan Indonesia dari kerusakan yang sedang mengarah pada kehancuran. Sifat dan karakternya kekinian (enjoy life) bagaimana saat ini bisa menikmati kekuasaan, tidak peduli masa depan bangsa dan negaranya.
Keduanya adalah sama-sama hanya residu dan sampah negara. Tidak mudah bagi presiden untuk mengenalinya kecuali mau melakukan, terobosan dan gebrakan (breakthrough) dengan jiwa negarawan dan harus melakukan pemisahan diri dengan Jokowi (mufaraqah/disengagement).
Syarat untuk membersihkan Termul dan menjauhi Terpra manusia munafik yang terus mengelilingi, syaratnya Prabowo Subianto harus bisa kembali pada jatidirinya yang memiliki sifat negarawan dan ambil garis keras bahwa dalam kabinetnya tidak ada Ternak Prabowo?
Termul dan Terpra sama-sama harus dimusnahkan, karena hanya akan menjadi residu dan sampah negara.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
juned