Oktober 9, 2026
Ilustrasi: Foto Sahroni dengan narasi “emang eike salah apa sih?” beredar di medsos

Siapa Penyulut dan Provokator Demo Anarkis❓

Oleh: Nazlira al-Habsy, Pegiat Literasi Rakyat

Buat saya, ada tanda tanya merah yang cukup besar yang menyertai beberapa peristiwa demo anarkis dalam 2 x 24 jam terakhir.

Oke lah, jika rakyat marah kepada Ahmad Syahroni, Eko Patrio dan Uya Kuya, itu dapat dimaklumi, karena prilaku mereka memang nir empati terhadap penderitaan rakyat sehingga profil mereka mudah memicu emosi rakyat.

Tapi walaupun sosok mereka mudah membakar emosi rakyat, bukan berarti emosi rakyat dapat terbakar sendiri begitu saja tanpa ada yang membawa apinya.

Ya, betul, ada yang menyulut emosi rakyat dan memprovokasi kemarahan itu sampai pada tindakan anarkis. Tanpa penyulut dan provokator, api kemarahan itu tak mungkin bergelora.

Siapa yang menjadi penyulut dan provokator…?

Mari kita cermati…

Eko dan Uya Kuya dari PAN, sedang Ahmad Syahroni dari Nasdem.

Ternyata, selain politisi partai, Menkeu Sri Mulyani pun jadi target anarkisme, bahkan terakhir infonya nyaris juga menyasar Puan Maharani (PDIP).

Kita semua memang tak menginginkan tindakan anarkis menimpa pada siapapun juga, cuma peristiwa ini menjadi agak unik ketika yang ditarget mereka yang dari PAN, NASDEM, PDIP dan Menkeu Sri Mulyani yang memberi saran pada Prabowo agar menghentikan pembiayaan IKN.

Jika kemarahan rakyat kepada Jokowi, dinasti, antek dan termul-termulnya, lalu mengapa Kantor PSI, kader-kadernya, menteri Judol, atau termul seperti Abu Janda, Armando, dan wajah-wajah termul yang kerap tampil di media akhir-akhir ini sama sekali tak “disenggol”?

Jangankan disatroni, disinggung dalam orasi atau yel-yel pun tidak?
Jadi siapa sebenarnya penyulut dan provokator tindakan anarkis bakar fasilitas umum, menggerakkan intel hitam, menembak dan menggilas rakyat?

Tiba-tiba terselip juga berita rumah Jokowi di Solo didatangi para pendemo, tapi lucunya pendemonya sopan-sopan sekali, boro-boro goyang pager rumah, colek aja nggak, ada sih sedikit lukis melukis di media yang telah disediakan, beda banget dengan pendemo yang bakar Halte di Jakarta. Sampai bingung bedainnya, itu demo atau lomba lukis dan orasi kemerdekaan HUT RI.

Duh, rasanya nyaris tak percaya intelejen pak Prabowo Subianto serta para kader GERINDRA/Fraksi GERINDRA tak membaca keanehan demonstrasi anarkis yang terjadi.

Dan yang lebih anehnya lagi, rakyat yang marah dan bertindak anarkis itu seperti lupa atau tidak merasa, siapa sebenarnya yang menjadi biang carut marut dan kehancuran kondisi ekonomi mereka.

Sedikitpun mereka tak menyinggung nama Jokowi Sang Juara Utang tertinggi, Fufufafa yang lahir dari praktek “prostitusi konstitusi”, Kaesang si anak ajaib PSI, atau soal ijazah palsu Jokowi.

Jadi sekali lagi, pertanyaannya “Siapa yang menjadi dalang, bohir, penyulut dan provokator demo anarkis tersebut…?”

Mari berfikir jernih dan kembali kepada tujuan awal “Adili Jokowi dan Lengserkan Gibran”

~Akas-


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca