Oleh : Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Study Kajian Rumah Panca SilaPENDAHULUAN .Sejak konstitusi UUD 1945 dikudeta dengan di bungkus amandemen ter nyata paham komunis di bebaskan dan ajaran komunis sudah merembes kesegala sel sel yang ada di negeri ini.

Sel sel neo komunis bukan hal yang sederhana tetapi melibat kan Xi Jimping dan partai Komunis China .10 Tahun terakhir sejak Jokowi berkuasa China diberi keleluasaan bukan hanya soal ideologi tetapi kekayaan ibu pertiwi diserahkan sehingga negeri ini sengaja memberikan karpet merah pada China.
Jokowi adalah alat dari partai komunis yang ditanam di Indonesia dan di persiapkan oleh sebuah intlejen yang menguasai semua lini dan sudah 20 Juta tentara Merah tersebar dipulsu pulau di Indonesia untuk menggaruk kekayaan ibu pertiwi. Mereka menghabisi Nikel duiseluruh Indonesia. Berapa banyak kekayaan ibu pertiwi dari Nikel itu menyumbang APBN? Kok 80%APBN masih dari pajak rakyat. Jadi apa China menggarong Nikel itu Gratis tanpa pajak ? Bahkan pemerintah daerah tidak bisa masuk ke semelter yang punya China di Mirowali yang di beckingi para purnawirawan Jendral TNI.
KUDETA KONSTITUSI
Kudeta konstitusi bukan sekedar Amandemen tetapi sebuah grand desain yang sangat matang melibatkan partai politik dan lembaga negara terutana polri sebagai penggerak disegala lini. Coba saja lihat dan teliti lembaga negara mana yang tidak ada polisi merangkap jabatan apalagi untuk kepentingan oligarkhy kasus PIK 2 PSN adalah sebuah contoh Presiden pun tidak bisa berkutik apa peran Polisi dalam penyelidikan kasus PIK2 PSN begitu juga kasus Rempang justru bukan sebagai pelindung rakyat tetapi justru sebagai pembela Oligarkhy.
Jadi jangan heran kalau tambang tambang nikel dikeruk habis China menguasai 95%nikel di Indonesia ceritera hilirisasi nikel omong kosong .Dan beberapa menteri mempunyai usaha pertambangan. Penyelundupan Nikel 5,3 juta ton ke China tidak bisa di usut sebab melibatkan penguasa yang diselundupkan 5,3 juta ton apa barang sebanyak itu aparat tidak mengetahui dan tidak bisa diusut jangankan nikel Ijazah palsu saja tidak mampu mengusut.
GBHN DIGANTI OBOR
Menyerahkan GBHN ke OBOR (One Belt One Road) China. Proyek ambisius dengan dana prestisius menjadikan China ingin meraih tampuk kepemimpinan dunia melalui hegemoni politik dan ekonomi. China telah berevolusi dari penganut ekonomi sosialisme (komunis) menjadi kapitalisme sejati. Bersaing dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Kehadiran China juga menjadi ancaman AS dalam menggusur pengaruhnya di pentas global.
Selama pemerintahan Jokowi menyetujui proyek OBOR yang diinisiasi oleh Cina. Tahap awal proyek raksasa OBOR Cina sudah ditandatangani pada bulan ini, April 2019. Proyek ini bagi Cina untuk mempermudah koneksi dagang antar-negara di Eropa dan Asia melalui jalur sutra maritim.Sebelumnya dalam pertemuan Global Maritime Fulcrum Belt And Road Initiatives (GMF –BRI), Cina sudah menawarkan rancangan Framework Agreement untuk bekerja sama di Kuala Tanjung, Sumatra Utara (Sumut) sebagai proyek tahap pertama.
Dilanjutkan proyek di Kawasan Industri Sei Mangkei dan kerja sama strategis pada Bandara Internasional Kualanamu, pengembangan energi bersih di kawasan Sungai Kayan, Kalimantan Utara, pengembangan kawasan ekonomi eksklusif di Bitung, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kura-Kura Island di Bali.
Proyek OBOR China diyakini banyak kalangan dapat memberikan kerugian bagi Indonesia. Dari 28 kerja sama antara Indonesia dan China dalam kerangka tersebut, nilainya mencapai US$91 miliar, atau lebih dari Rp 1.288 triliun. OBOR dianggap menjadi visi geoekonomis China paling ambisius dengan melibatkan 65 negara, dan melingkupi 70% populasi dunia. Konsep ini akan menelan investasi mendekati US $4Milyar, termasuk $900 juta yang telah diumumkan China.
China telah menyiapkan diri untuk menguasai jalur darat dan maritim bagi kepentingan ekonominya. Ada 5 tujuan yang ingin diraih China dalam Inisiasi OBOR, yaitu koordinasi kebijakan, konektivitas fasilitas, perdagangan tanpa hambatan, integrasi keuangan, dan ikatan masyarakat (people to people bond).Dalam meralisasikan inisiasi ini, di jalur darat, China menggagas infrastruktur jalan kereta, dan jalan raya, yang memanjang untuk menghubungkan China hingga menuju Eropa. Sedangkan untuk jalur maritim, China menggagas pembangunan sejumlah pelabuhan internasional, dan tol laut, sebagai sarana lalu lintas logistik dan zona penyimpanan untuk perusahaan-perusahaan China di kawasan tersebut.
BELAJAR IDEOLOGI KOMUNIS PADA PKC
Banyak partai politik mengirim kadernya ke Partai Komunis China (PKC) untuk belajar ke sana. Tidak jelas apa yang dipelajari dari partai Komunis China. Bukan hanya kader partai yang dikirim tetapi perwira kepolisian juga dikirim ke negara Komunis China. Juga untuk belajar tentang bagaimana menatasi demo mahasiswa ala Tianamen.
Kita mengalami distorsi pemahaman tentang komunis sementara ideologi negara Pancasila sudah dikudeta dibungkus diamandemen dan sudah tidak menjadi dasar negara.Apa bukan kudeta apa MPR punya kewenangan menghilangkan Pancasila srbagai dasar negara, apa MPR, DPR, DPD, Panglima TNI, Kapolri dan ketua -ketua partai mengerti kalau negara ini sudah tidak berdasar Pancasila.
Dihilangkannya ideologi negara berdasarkan Pancasila itu banyak yang tidak memahami. Sementara lembaga negara seperti MPR, DPR dan pemerintah masih menganggap Pancasila itu ada hanya untuk membohongi rakyat nya dihilangkan nya pokok-pokok pikiran pembukaan UUD1945 yang terurai didalam penjelasan UUD 1945, MPR mengubah saja tidak boleh terus justru menghilangkan nya itu arti nya sama dengan menghilangkan statsfundamental norm tak lain adalah Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum.
Kajian yang kami di Rumah Pancasila ternyata persoalan ideologi Pancasila masih terjadi perdebatan dan tidak banyak menunjukkan ideologi negara berdasarkan Pancasila itu yang mana dan ada dimana? Ada pakar merasa Pancasila bukan ideologi. Ada pula yang mengatakan Pancasila adalah kumpulan ideologi dunia. Karena tidak membaca sejarah dan akibat nya Kacau kelompok PKI suka pada Pancasila 1Juni yang bisa diperas -peras sementara kelompok Islam suka piagam Jakarta.
Padahal Bangsa Indonesia telah memilih Pancasila yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945 yang disahkan 18 Agustus 1945. Bahkan Bung Karno mengatakan Pembukaan UUD 1945 dan Proklamasi adalah “Loro -loro ning Atunggal “yang tidak bisa dipisahkan arti nya Pancasila yang ada di alinea ke4 itulah yang mendasari Negara yang di Proklamasikan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno Hatta. Jika Pancssila ini dihilangkan maka negara yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno Hatta telah bubar.
Hal ini Megawati harus tahu, sebab sebagai ketua pembina BPIP justru menandatangani hasil Kudeta terhadap UUD 1945 dan pembubaran negara Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdampak hilangnya Proklamator Soekarno Hatta. Kita mengalami distorsi pemahaman tentang komunis sementara ideologi negara Pancasila sudah diamandemen dan tidak menjadi dasar negara.
Dihilangkannya ideologi negara berdasarkan Pancasila itu banyak yang tidak memahami. Sementara lembaga negara seperti MPR, DPR , dan pemerintah masih menganggap Pancasila itu ada. Pancasila itu ilmu kehidupan berbangsa dan bernegara justru dicampakkan.
Mengapa harus pergi ke China untuk belajar komunis bukan nya kita semua sudah sepakat untuk tidak boleh mempelajari komunis. Ajaran komunis apapun bentuknya jelas dilarang apalagi berangkat ke Partai Komunis China. Ini jelas melanggar Tap MPRS no XXV Th 1966. Bagaimana kita akan menegakkan hukum kalau elite dan penegak hukum melanggar komitmen berbangsa dan bernegara.
Isu tentang PKI merebak kemana mana tetapi tentu PKI bukan bodoh menggunakan logo palu arit dan tidak akan mengibarkan bendera. Tetapi ajarannya sudah menjadi sel-sel kehidupan berbangsa dan bernegara.Kita hanya menghendus cara -cara komunis merebak di kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita bisa merasakan adanya pecah belah, adanya Islamophobia, dan adanya ketidakadilan.Semakin hari semakin terbuka kebobrokan aparat soal judi online, narkoba, perampasan tanah, pencemaran lingkungan, logam berat akibat tambang nikel yang tanpa AMDAL dan kerusakan dan pencemaran lingkungan banjir rusak nya biota laut, hutan hutan lindung dijarah dan Aparat menjadi beking membekingi kelompok oligarki.
Tambang bukan surga bagi rakyat tetapi Neraka yang menghilangkan kehidupan mereka. Neo komunis sudah bangkit dan sudah masuk ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan kita semua lengah terhadap semua itu. Penyebabnya di Kudeta nya UUD 1945 dibungkus Amandemen diganti dengan UUD 2002. Maka Kudeta konstitusi ini sesungguhnya yang diganti adalah ideologi Pancasila.
Isi dari TAP MPRS XXV/1966 terdiri dari empat pasal, yaitu :
Pasal 1. Menerima baik dan menguatkan kebijaksanaan Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, berupa pembubaran Partai Komunis Indonesia, termasuk semua bagian organisasinya dari tingkat pusat sampai kedaerah beserta semua organisasi yang seazas/berlindung/bernaung dibawahnya dan pernyataan sebagai organisasi terlarang diseluruh wilayah kekuasaan Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia, yang dituangkan dalam Keputusannya tanggal 12 Maret 1966 No. 1/3/1966, dan meningkatkan kebijaksanaan tersebut diatas menjadi Ketetapan MPRS.
Pasal 2. Setiap kegiatan di Indonesia untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, dan penggunaan segala macam aparatur serta media bagi penyebaran atau pengembangan faham atau ajaran tersebut, dilarang.
Pasal 3. Khususnya mengenai kegiatan mempelajari secara ilmiah, seperti pada Universitas-universitas, faham Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam rangka mengamankan Pancasila dapat dilakukan secara terpimpin dengan ketentuan bahwa Pemerintah dan DPR-GR diharuskan mengadakan perundang-undangan untuk pengamanan.Pasal 4Ketentuan-ketentuan di atas, tidak mempengaruhi landasan dan sifat bebas aktif politik luar negeri Republik Indonesia.
KESIMPULAN
Tap MPRS ini masih berlaku tetapi semua berkhianat dan tidak ada yang sadar ketika negeri ini sudah di titik nadir. Jangankan TAP MPR, konstitusi UUD 1945 dikudeta saja ngga ada yang peduli termasuk TNI/POLRI yang dalam Saptamarga dan Sumpah Prajurit nya bersendikan Pancasila dan UUD 1945. Sekarang Pancasila dan UUD 1945 Di kudeta justru ngga peduli. Oleh sebab itu segeralah kembali ke UUD 1945 asli jika ingin menyelamatkan negeri ini.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.