Oktober 9, 2026
1 Maret 2024, momentum Aksi Rakyat Semesta melawan kecurangan dan penodaan demokrasi, unjuk rasa dimana-mana (Atma)

Serangan Oemom Satoe Maret 1949

Adalah inisiatif atas dasar keinginan untuk menunjukkan bahwa kedaulatan Republik Indonesia masih ada, dan TNI dan rakyat masih solid, maka upaya merebut kembali ibu kota melalui Serangan Umum tersebut dilancarkan. Oleh karena bala bantuan pasukan Belanda yang lebih besar didatangkan, dikeluarkan perintah untuk mundur setelah berhasil menguasai kota Yogyakarta. Meski harus melepaskan kembali ibu kota, penguasaan kembali selama 6 jam itu berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia serta TNI masih ada dan berdiri tegak. Kemenangan singkat ini pun mampu memunculkan kemenangan-kemenangan baru bagi Indonesia secara politik, terutama di mata internasional.

Semut Ibrahim | Jakarta – Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang mampu menegakkan kembali eksistensi dan kedaulatan negara Indonesia di dunia internasional serta telah berhasil menyatukan kembali kesadaran dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Jum’at 01 Maret 2024 menjadi momentum perlawanan rakyat yang kembali di gelar di beberapa kota. Aksi rakyat ini dipicu oleh dugaan tindak kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif dalam pelaksanaan pemilu 2024 yang baru saja berlalu.

Bagai Serangan umum 1 Maret, di berbagai kota mengadakan aksi menuntut TRITURA era 2024

Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah sebuah peristiwa yang sangat penting maknanya bagi eksistensi dan penegakan kedaulatan negara, yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sehingga memiliki makna penting bagi penegakan dan pengakuan kedaulatan negara baik dari dalam maupun dari luar, demikian dikutip dari Naskah Akademik Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai Hari Nasional Penegakan Kedaulatan Negara (2022) yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Jogja.

Aksi Rakyat Semesta

Memomentum ini pula yang dianggap rakyat dapat mengekspresikan dalam menyikapi konstelasi saat ini. Dimana salah satu Pemilihan Umum terbesar sepanjang sejarah yang ada di Indonesia bahkan dunia.

Masyarakat menduga dan menilai bahwa pemilu yang berlangsung saat ini dipenuhi dengan kecurangan dan keberpihakan dari penyelenggara, belum lagi semakin tingginya harga sembako ditengah kesulitan ekonomi rakyat dalam mencari penghidupan.

Hal ini dapat dilihat dari flyer yang bertebaran di group-WA maupun Media Sosial seperti X (Twitter), Facebook maupun Tik tok (29/2/2024).

Gerakan ini menamakan “Aksi Rakyat Semesta” yang mengambil tema Tritura ini berlangsung dibeberapa kota besar di Indonesia diantaranya Jakarta, Solo, Bandung, Bogor, Puwokerto, Surabaya, Makasar dan lain-lainnya. Terkhusus Jakarta aksi akan dipusatkan pada gedung MPR/DPR pada hari Jum’at dan berencana mengadakan salat Jum’at dipintu masuk utama dengan tuntutan,

Tri Tura (Tiga Tuntutan Rakyat) :

1. Turunkan harga sembako;

2. Dukung hak Angket dan Diskualifikasi 02;

3. Makzulkan Jokowi.

Pewarta -Atma_

Editor : Bams


Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca